Lifestyle

7 Tips Keuangan untuk Generasi Milenial yang Mudah Dilakukan!

Tips Keuangan Generasi Milenial

Salah satu pengalaman karir startup Mas Kulin adalah bekerja di perusahaan Financial Technology (Fintech). Di sana gw mendapatkan banyak pengetahuan dan tips keuangan untuk generasi milenial yang berguna banget untuk sehari-hari.

Berhubung keuangan dan gaya hidup gak bisa dipisahkan, kali ini gw mau share ke lo sebagian pengetahuan yang gw peroleh saat kerja di sana.

Generasi milenial merupakan generasi yang masih menjadi primadona dalam komposisi penduduk di Indonesia. Namun, generasi ini masih berada dalam posisi yang rentan terhadap rendahnya literasi keuangan.

Berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan di Indonesia masih berada di posisi yang rendah yaitu sekitar 30 persen saja. Rendahnya literasi keuangan ini diperparah dari generasi milenial yang dikenal cukup konsumtif dengan manajemen keuangan yang kurang baik.

Apakah lo termasuk ke dalam generasi milenial yang seperti itu dan ingin berusaha untuk memperbaiki manajemen keuangan lo? Ada beberapa hal yang dapat lo lakukan dengan mudah untuk membantu manajemen keuangan lo.

 

Kebutuhan Generasi Milenial

Generasi Milenial memiliki Banyak Kebutuhan

Angkatan milenial memiliki beberapa fase kehidupan. Kebutuhan mereka akan berbeda tergantung di manakah milenial berada dalam fase kehidupan tersebut.

Secara umum, fase kehidupan milenial dapat dibagi menjadi:

  1. First jobber yang masih baru dalam dunia kerja. Bagi lo yang berada dalam fase ini umumnya masih berada dalam tahap mencari jati diri. Lo juga senang mencoba berbagai kegiatan atau tantangan baru.
  2. Productive Millennial yang sudah memiliki pengalaman dan pikiran yang cukup matang. Bagi lo yang berada dalam fase ini, umumnya sudah mulai mengetahui dan mengejar karir sesuai passion, memulai membuat bisnis sendiri atau startup, atau memikirkan kehidupan bersama dengan pasangan.
  3. Mature Millennial yang berada dalam jenjang karir yang stabil dan sudah berkeluarga. Bagi lo yang berada dalam fase ini, fokus utama lo adalah keluarga kecil yang lo miliki sekarang, investasi jangka panjang seperti properti, kestabilan karir atau bisnis.

Kebutuhan keuangan lo akan tergantung pada di manakah lo berada pada fase kehidupan di atas. Batasan usia tidak menjadi patokan utama karena setiap orang tentu memiliki wawasan dan pengalaman yang berbeda tanpa bergantung pada usia.

 

Tips Keuangan untuk Generasi Milenial

Bagi lo yang termasuk dalam generasi milenial tentu menginginkan tips keuangan yang mudah dipahami dan diaplikasikan sehari-hari. Berikut ini merupakan beberapa tips keuangan untuk generasi milenial yang mudah diterapkan:

 

1. Tentukan Tujuan Utama Keuangan lo

Tips Keuangan untuk Milenial - Tentukan tujuan keuangan

Hal paling penting yang perlu lo lakukan dalam setiap perencanaan keuangan adalah menentukan tujuan. Tujuan keuangan berfungsi sebagai motivasi agar lo terpacu untuk menabung maupun melakukan pengeluaran yang tepat sasaran.

Tujuan utama keuangan dapat berbeda tergantung berada di manakah lo dalam fase kehidupan milenial yang telah disebutkan di atas.

First Jobber umumnya memiliki tujuan berlibur ke suatu tempat atau membeli suatu gadget baru. Productive Millennial umumnya memiliki tujuan utama tabungan pernikahan atau dana membuat bisnis sendiri. Mature Millennial umumnya memiliki tujuan untuk memiliki tempat tinggal sendiri dan tabungan pendidikan anak.

Tuliskan dalam secarik kertas kecil apa yang menjadi tujuan utama terdekat lo dan berapa yang harus lo kumpulkan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini akan menjadi pegangan agar lo memiliki komitmen untuk mencapai tujuan tersebut. Di luar tujuan utama, lo juga perlu memikirkan untuk membentuk tabungan pensiun maupun dana darurat.

 

2. Tentukan Standar Penyisihan untuk Tabungan

Tips Keuangan Mudah - Hitung Standar Penyisihan

Pedoman umum untuk penyisihan yang dapat lo lakukan adalah 10 hingga 20 persen untuk tabungan sesuai tujuan keuangan utama. lo juga dapat menyisihkan 5 hingga 10 persen untuk tabungan pensiun dan dana darurat. Jumlah persentase tersebut akan berbeda tergantung dari seberapa banyak lo harus menabung dalam jangka waktu yang diinginkan.

Sebagai contoh, penghasilan bulanan lo adalah Rp 10 juta dan tujuan utama lo adalah mengumpulkan dana pernikahan dalam 1 tahun. Jumlah yang disarankan untuk disisihkan sebagai tabungan pernikahan adalah 20% * Rp 10 juta = Rp 2 juta. Dalam 1 tahun, jumlah yang akan terkumpul adalah Rp 24 juta.

Jika lo memerlukan Rp 30 juta untuk dana pernikahan, maka persentase di atas tentu tidak cukup. lo dapat mengubah standar penyisihan menjadi 25%, sehingga penyisihan yang dilakukan adalah 25% * Rp 10 juta = Rp 2,5 juta atau Rp 30 juta dalam setahun. Apabila lo kesulitan untuk memenuhi biaya lain-lain dengan persentase tersebut, maka lo perlu memikirkan cara untuk menurunkan biaya pernikahan atau mencari penghasilan tambahan.

 

3. Sisihkan Tabungan Saat Pertama Menerima Penghasilan

Nasihat Keuangan untuk Milenial - Sisihkan Uang di Tanggal Gajian

Generasi milenial umumnya memiliki kebiasaan menyisihkan tabungan berdasarkan penghasilan yang tersisa di tanggal tua. Hal ini dapat berdampak kurang baik pada rencana keuangan yang sudah lo lakukan, karena jumlah pengeluaran yang lo lakukan bisa menjadi lebih besar dari yang telah direncanakan.

Untuk mencegah hal tersebut, sisihkan tabungan lo sejak tanggal lo menerima penghasilan. Sebagai contoh, jika lo menerima gaji setiap tanggal 27, maka lakukan transfer penyisihan tabungan lo langsung di tanggal 27 sesuai standar yang lo gunakan pada poin 2.

Cara lain yang dapat lo lakukan adalah memanfaatkan fitur Auto-Debet. Jika bank tempat rekening tabungan yang lo miliki sama dengan bank tempat rekening penghasilan, maka lo bisa coba bertanya pada pihak bank untuk melakukan aktivasi auto-debet ke rekening tabungan lo. Jadi, lo tidak perlu repot memindahkan secara manual dana yang seharusnya disisihkan menjadi tabungan lo.

Cek juga: Cara Cerdas Memanfaatkan THR dan Bonus Tahunan!

 

4. Manfaatkan Hutang dengan Tepat

Manfaatkan Hutang dengan benar

Hutang untuk keperluan pribadi dapat dibedakan menjadi dua jenis: hutang konsumtif dan hutang produktif.

Hutang konsumtif merupakan hutang yang tujuannya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumtif seperti gadget baru, dana pernikahan, atau pergi berlibur. Untuk hutang jenis ini, gunakanlah hutang jangka pendek yang memiliki bunga rendah hingga nol persen.

Sebagai contoh, lo dapat menggunakan kartu kredit untuk membeli gadget baru atau pergi berlibur. Umumnya terdapat fasilitas cicilan bunga nol persen, cashback, atau bahkan diskon sehingga lo menjadi lebih hemat dan arus kas lo juga terjaga dengan baik. Gunakan kartu kredit yang tepat sehingga penghematan yang lo peroleh menjadi maksimal.

Hutang produktif merupakan hutang dengan tujuan untuk pemenuhan aktivitas yang dapat menghasilkan uang kembali, seperti mendirikan bisnis. Hutang dengan tujuan investasi jangka panjang seperti membeli rumah atau apartemen juga termasuk jenis hutang produktif. Lo dapat menggunakan pinjaman bank atau kredit tanpa agunan dengan cicilan ringan.

Buatlah proyeksi sederhana untuk membandingkan keuntungan yang lo peroleh dengan nilai cicilan pinjaman yang harus dibayarkan, sehingga lo bisa menentukan jenis pinjaman yang paling tepat.

Cek juga: Cara Mengatasi Ketakutan yang Umum Dialami Pria Usia 30 Tahunan!

 

5. Mulai beralih ke cashless transaction

Belanja Tanpa Uang atau cashless transaction

Berbeda dengan dulu, pembayaran transaksi tidak harus selalu menggunakan uang tunai fisik maupun transfer bank. Ada banyak fasilitas e-Money yang mulai digalakkan sebagai alternatif pembayaran. Fasilitas ini dinilai lebih praktis karena tidak perlu memiliki kartu kredit dan cukup menggunakan smartphone yang lo miliki.

Ada keuntungan lain yang dapat lo manfaatkan dengan menggunakan fasilitas e-Money. Selain kepraktisan yang menjadi ciri khasnya, lo juga dapat memanfaatkan berbagai program promosi yang diberikan oleh penyedia fasilitas e-Money.

Saat ini, banyak toko ritel dan tempat makan yang bekerjasama untuk memberikan diskon ataupun keuntungan lain, sehingga penggunaan e-Money dapat membuat pengeluaran sehari-hari lo menjadi lebih hemat.

Cek juga: Cara Menemukan Produk Fashion Pria yang sedang Diskon dengan Mudah!

 

6. Gunakan Aplikasi Pencatat Transaksi Keuangan

Gunakan Aplikasi Pencatat Keuangan

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh generasi Milenial adalah melakukan pencatatan atas transaksi keuangan yang sudah dilakukan. Jika lo mencatat pengeluaran apa saja yang terjadi, lo dapat mengetahui jika terdapat pos pengeluaran yang melebihi batas wajar dan melakukan tindakan preventif ke depannya.

Tidak seperti jaman dulu yang pencatatan pengeluaran sehari-hari dilakukan di buku tulis, kini lo dapat memanfaatkan teknologi dengan mudah. lo dapat menggunakan aplikasi pemrosesan data seperti Microsoft Excel di komputer atau aplikasi pencatat transaksi keuangan yang kini tersedia banyak dan dapat diunduh di smartphone lo.

Bagilah pos-pos pengeluaran lo ke dalam kategori umum seperti keperluan makan/minum, rumah tangga, hiburan, olahraga, kesehatan, hadiah, dan lain-lain. Lakukan pemeriksaan berkala setiap minggu atau bulan untuk mencari pos mana saja yang pengeluarannya terlalu besar dan dapat lo tekan untuk ke depannya.

 

7. Selalu Sisihkan untuk Pemenuhan Kepuasan Diri Sendiri

Tips Keuangan untuk Milenial - Lakukan Hobi yang Disukai

Satu hal penting yang tidak boleh lo lupakan sebagai generasi Milenial adalah pemenuhan kepuasan diri sendiri dengan melakukan hal yang disukai. Lo mungkin adalah seorang petualang, penggemar konser musik Korea, penikmat kopi di kafe, atau pecinta game sejati.

Sisihkan sedikit dari penghasilan lo untuk dapat menikmati hal-hal yang memberikan kebahagiaan bagi lo dan orang-orang terdekat lo. Jika lo terlalu fokus mengumpulkan uang tanpa membiarkan diri menikmati hidup, maka kelak lo sudah menumpuk stres dan tidak lagi memiliki orang terdekat untuk menikmati hasil jerih payah menabung lo.

Stres merupakan salah satu musuh utama yang sering dihadapi oleh generasi Milenial. Selalu luangkan waktu dan sedikit penghasilan lo untuk menikmati hidup untuk menghalau stres. Dengan demikian, hidup lo akan terasa lebih indah saat tujuan keuangan lo juga sudah tercapai.

Cek juga: Cara Mengatasi Stres Kerja dengan Mudah!

 

Nah itulah beberapa tips keuangan untuk generasi milenial yang cukup applicable untuk kita.

Bijaklah dalam menggunakan uang yang lo peroleh. Untuk tampil keren dan ganteng sehari-hari gak perlu mengeluarkan duit berlebihan kok bro. Lo bisa cek tulisan Mas Kulin di sini tentang cara tampil keren dengan tetap hemat.

Jika lo punya saran lain dalam manajemen keuangan sehari-hari, silahkan bagikan di kolom komentar di bawah. Blog Mas Kulin dikhususkan untuk membahas seputar dunia gaya hidup pria kasual dan praktis.

Pastikan untuk mengecek cara mudah tampil keren sehari-hari ya. Pastinya, maskulin banget bro!

2 thoughts on “7 Tips Keuangan untuk Generasi Milenial yang Mudah Dilakukan!”

  1. Hey kebetulan banget nemu artikel keuangan yang berguna buat kita yang generasi milenial. Gw sendiri kemungkinan masuk ke dalam kategori nomer 2 dan bisa melihat bergunanya tips-tips yang lu sebutkan di atas.

    Misalnya, waktu gw dapat pekerjaan pertama biasanya gw bakal menunggu hingga akhir bulan dan bakal langsung habisin hanya dalam hitungan hari 🙁 Kalau sekarang, gw mencoba membiasakan diri untuk menabung setidaknya 40% dari penghasilan gw. Kaget juga lho pas beberapa bulan kemudian gw ngecek jumlah yang terkumpul.

    Rajin-rajin bikin lagi ya artikel terkait keuangan 🙂

    1. Sip thanks banget bro buat sharing-nya 🙂 Hmm artikel keuangan bukan topik utama di blog ini sih, tapi gw sering nyelipin tips kecil untuk menghemat saat lo mengurus penampilan kok. Oh ya, lo bisa juga coba cek artikel tentang cara tampil keren dengan hemat ini. Semoga membantu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *