Lifestyle

#Maskulinvestasi – 7 Tips Investasi untuk Pemula

Tips Investasi untuk Pemula

Hai bro. Beberapa bulan belakangan ini, gw sempat nyoba-nyoba beberapa macam platform investasi nih. Ternyata, ada banyak jenis investasi untuk pemula yang cocok sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial lo.

Sebagai informasi awal, investasi itu gak melulu soal saham dan properti lho. Bagi kebanyakan orang, investasi dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Gak salah kok, tapi gw pribadi lebih suka menganggap investasi sebagai jalan buat mempercepat tercapainya tujuan finansial gw (bukan sekedar dapat cuan gede biar cepat kaya).

Sebagai pria yang mulai memikirkan masa depan, pengetahuan dasar tentang investasi sangat menguntungkan buat dimiliki Sob. Jadi, gw mau membagikan beberapa pengetahuan investasi dasar gw dalam seri artikel #Maskulinvestasi ya.

Pada artikel ini, gw pengen mengulas tentang tips investasi untuk pemula. Tapi, ada satu poin penting dulu yang juga mau gw bahas.

 

Kenapa Perlu Investasi?

Pentingnya Investasi

Punya kesadaran untuk memulai investasi itu bagus bro. Beberapa manfaat yang bisa lo dapatkan dengan investasi antara lain:

• Memberikan penghasilan tambahan

• Nilai uang dapat bertambah

• Bisa lebih mempersiapkan kebutuhan masa depan

• Siap menghadapi pensiun

• Belajar untuk mengambil keputusan yang cepat dan melatih tanggung jawab

Investasi juga lekat dengan risiko bro. Namun, risiko ini bisa dikendalikan dan dimitigasi (dikurangi potensinya) jika kita tahu ilmu investasi yang benar. Maka dari itu, penting buat lo memahami risiko selain potensi keuntungannya juga.

Dengan melakukan investasi yang tepat dan memilih instrumen yang cocok, maka lo bisa mencapai kondisi finansial yang lebih baik dan manfaat-manfaat investasi tadi bisa lo rasakan bro.

 

Tips Investasi untuk Pemula

Cara dan Tips Investasi untuk Pemula

Jika lo merupakan pemula dalam investasi, maka ada kemungkinan lo bakal bingung investasi apa yang cocok buat lo.

Gak usah FOMO (Fear of Missing Out) bro sama investasi yang lagi ngetren. Coba deh ikuti beberapa tips berikut:

 

1. Menentukan Tujuan Investasi

Langkah awal saat memulai investasi adalah menentukan tujuan lo berinvestasi. Buat prioritas kebutuhan berdasarkan kepentingan, seperti membeli rumah, dana pendidikan, atau kepentingan lainnya.

Selanjutnya lo bisa menentukan investasi tersebut dilakukan untuk jangka panjang atau jangka pendek sebagai patokan arah investasi.

Follow Instagram Mas Kulin

Dengan adanya tujuan investasi ini bisa membantu lo mempermudah pengambilan keputusan selanjutnya, seperti jenis investasi apa yang akan lo ambil dan platform investasi mana yang bisa lo percayakan.

 

2. Menyiapkan Modal

Langkah selanjutnya yang paling penting adalah ketersediaan modal. Untuk memulai berinvestasi lo wajib memiliki modal. Sisihkan sejumlah dana yang ingin lo investasikan. Seberapa besar anggaran yang lo miliki nantinya akan menentukan jenis investasi apa yang cocok.

Belakangan, makin banyak pilihan investasi di mana lo bisa mulai dengan nominal yang lumayan rendah. Dengan modal uang Rp 100 ribu atau bahkan Rp 10 ribu aja, lo udah bisa berinvestasi lho.

Gak apa-apa mulai dari sedikit dulu, lama-lama bakal jadi bukit juga 🙂 Oh ya, pastikan kalau lo menggunakan dana dingin (dana yang gak bakal dipake buat sehari-hari atau dalam jangka waktu dekat) ya buat investasi.

 

3. Mengetahui Profil Risiko Investasi

Tiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada baiknya sebagai pemula, lo mengetahui termasuk dalam investor dengan profil risiko seperti apa.

Apakah lo termasuk tipe konservatif yang cenderung takut berspekulasi, tipe moderat yang cukup berhati-hati atau agresif yang berani kehilangan dananya.

Beberapa tipe investor berdasarkan profil risiko dapat memudahkan lo menentukan jenis investasi apa yang tepat dan cocok untuk lo lakukan nantinya.

Biar lebih jelas, gw bakal menjelaskan lebih detil soal cara mengetahui profil risiko investasi di bagian berikutnya ya.

 

Cek juga: Cara Tampil Stylish dengan Hemat

 

4. Menentukan Jangka Waktu Investasi

Berikutnya, lo perlu menentukan jangka waktu investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan lo, bro. Apakah itu untuk kebutuhan jangka pendek, menengah atau panjang.

Tentunya dalam menentukan jangka waktu investasi ini sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan ketersediaan dana yang lo miliki juga bro.

Jika dana untuk investasi sudah disisihkan dan dikhususkan untuk investasi, ada baiknya lo memiliki investasi dengan jangka waktu yang panjang agar bisa menghasilkan return yang lebih besar.

Namun apabila lo hanya memiliki dana terbatas dan dana tersebut sewaktu-waktu akan digunakan, lebih baik lo memilih investasi jangka pendek terlebih dahulu.

Penentuan jangka waktu investasi juga disesuaikan sama tujuan finansial lo. Contohnya: beli rumah dalam waktu 5 tahun, nikah dalam waktu 2 tahun, beli hape baru tahun depan, atau sekedar ngumpulin duit pensiun buat 40 tahun lagi.

 

5. Memahami Berbagai Jenis Investasi

Ada berbagai jenis investasi yang perlu lo ketahui dan kenali karakternya saat memutuskan untuk memulai berinvestasi.

Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis atau instrumen investasi yang bisa lo ambil, seperti: saham, deposito, reksadana, obligasi, emas, properti, dan lain-lain. Sebelum memutuskan instrumen investasi apa yang akan lo ambil, ada baiknya lo memahami betul karakter dari tiap instrumen investasi tersebut.

Sangat penting untuk membekali diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum memulai berinvestasi agar lo lebih bisa mengendalikan diri dan bijak dalam mengambil keputusan.

Instrumen-instrumen investasi ini bakal gw bahas di artikel berikutnya ya.

 

6. Memilih Platform Investasi

Dengan semakin berkembangnya dunia digital saat ini tentunya semakin memudahkan orang-orang untuk memulai berinvestasi. Ada berbagai platform digital yang bisa memfasilitasi investasi secara online.

Setelah menentukan jenis investasi yang akan lo pilih, langkah selanjutnya adalah menentukan platform mana yang bisa lo percayakan. Nah, pemilihan platform ini juga harus hati-hati. Jadi pilihlah platform yang bereputasi baik dan diawasi OJK atau BAPPEBTI.

Jangan sampai lu tergiur tingkat keuntungan tinggi dan gak masuk akal, lalu tertipu investasi bodong bro.

 

7. Menjalankan Strategi Investasi dengan Tepat

Langkah terakhir dalam berinvestasi adalah penentuan strategi yang tepat. Biasanya sebagai investor pemula, lo sebaiknya melakukan diversifikasi investasi, yaitu penanaman investasi pada beberapa instrumen investasi.

Contohnya, lo punya dana yang mau diinvestasikan sebesar Rp 10 juta. 10%-nya lo masukin ke saham, 30% masuk ke reksa dana obligasi, sisanya masukin deposito. Jadi, lo gak menaruh banyak telur dalam keranjang yang sama bro.

Makin tinggi tingkat toleransi lo, porsi investasi di instrumen investasi berisiko tinggi bisa lebih banyak. Begitu pula sebaliknya. Ingat bahwa high risk = high return bro.

Jangan sampai terbalik ya. Kalau lo gak tahan sama fluktuasi nilai saham atau kripto misalnya, jangan taruh banyak porsi investasi lo di sana. Perbanyak portofolio di deposito atau reksa dana pasar uang yang risikonya lebih rendah, meskipun return-nya juga lebih rendah.

Ini penting karena sangat berpengaruh ke kesehatan mental lo bro. Semangat ya.

 

Cek juga: Tips Hemat yang Bisa Diterapkan Saat Belanja Online

 

Cara Mengukur Profil Risiko Investasi

Cara Mengukur Profil Risiko Investasi

Investor pemula sebaiknya mengetahui kemampuan diri untuk menghindari kepanikan atau perasaan menyesal dengan cara mengukur profil risiko investasi. Dengan begitu, lo juga dapat mengira-ngira instrumen investasi apa yang sesuai untuk mencapai tujuan keuangan lo, bro.

Jangan sampai portofolio investasi lo terlalu banyak di investasi yang risikonya gak sesuai sama lo. Lo gak bakal puas dan malah was-was terus sama hasilnya.

Nah, kategori profil risiko investasi yang biasa digunakan adalah:

 

1. Profil Risiko Konservatif

Seperti yang sudah gw tulis sebelumnya, investor dengan profil risiko konservatif biasanya takut untuk berspekulasi dan lebih memilih jenis investasi dengan risiko rendah.

Seperti yang lo tau, investasi dengan risiko rendah biasanya menghasilkan return yang kecil juga.

Investor yang termasuk dalam tipe ini umumnya adalah para investor pemula dan orang berusia lanjut. Namun, ini tetap kembali pada karakter tiap orang, bro. Beberapa temen gw, bahkan gw sendiri lebih suka yang stabil, jadi masuk ke kategori profil risiko konservatif.

Instrumen investasi yang pas untuk investor dengan profil risiko ini misalnya investasi emas dan logam mulia, reksa dana pasar uang, tabungan, deposito, atau surat utang (obligasi) pemerintah yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

 

2. Profil Risiko Moderat

Berikutnya adalah tipe investor yang lebih berani dibanding investor tipe konservatif, yaitu tipe moderat.

Investor tipe moderat cenderung berani bermain di pasar yang sedikit lebih fluktuatif untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dari investasi risiko rendah.

Walau begitu, investor tipe ini masih akan berhati-hati dalam mengambil risiko belum mau mengambil atau memiliki investasi risiko tinggi dengan jumlah besar

Jenis investasi yang biasanya dipilih oleh investor dengan tipe ini misalnya obligasi jangka menengah atau panjang, P2P Lending, dan reksa dana campuran yang memberikan return cukup besar dan risiko yang tidak sebesar reksa dana saham.

 

3. Profil Risiko Agresif

Yang terakhir adalah investor dengan tipe agresif. Investor tipe ini biasanya selalu siap untuk bermain di pasar yang sangat fluktuatif dengan harapan dapat menghasilkan return yang sangat besar.

Investor tipe agresif umumnya berani menghadapi risiko besar, seperti kerugian uang dalam jumlah cukup tinggi.

Pasar saham dan kripto adalah pilihan jenis investasi yang tepat untuk investor dengan tipe profil risiko ini. Seperti yang lo sering dengar, keduanya termasuk instrumen investasi yang nilainya fluktuatif sehingga berisiko tinggi, tapi keuntungannya juga berpotensi besar.

 

Cek juga: Aksesoris Pria yang Bikin Penampilan Sehari-hari Makin Kece

 

Nah itulah ulasan mengenai berbagai jenis investasi untuk pemula yang mudah dilakukan.

Untuk bisa memahami investasi lebih dalam memang dibutuhkan praktek. Namun sebelum terjun langsung, ada baiknya lo membekali diri dulu dengan pengetahuan dasar sehingga nantinya bisa membantu lo dalam mengoptimalkan praktek investasi secara langsung.

Inget ya untuk gak menjadikan keterbatasan dana sebagai alasan lo menunda berinvestasi. Seperti yang sudah gw sebutkan sebelumnya, kemudahan dunia digital saat ini memudahkan lo untuk bisa memulai investasi walau dengan dana terbatas dan sangat minim.

Sebagai pria milenial yang melek urusan style maupun keuangan, jangan lupa buat mengecek dan melakukan beberapa kebiasaan keuangan bagus buat milenial ini bro. Cek juga seri #Maskulinvestasi buat artikel lain yang membahas seputar investasi ya.

Jika lo punya pertanyaan atau komentar seputar tips investasi untuk pemula, silahkan bagikan di kolom komentar di bawah. Blog Mas Kulin dikhususkan untuk membahas seputar dunia gaya hidup pria kasual dan praktis.

Pastikan untuk mengecek cara mudah tampil keren sehari-hari ya. Pastinya, maskulin banget bro!

 

Salam Semangat,

Mas Kulin

Dukung Blog Mas Kulin lewat Sociabuzz Tribe Yuk

 

Follow Instagram Mas Kulin
Follow Blog Fashion Pria Kasual Indonesia Mas-Kulin.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *