Lifestyle

Jenis dan Cara Mengatasi Berbagai Ketakutan Pria Usia 30 Tahun ke Atas!

Cara Mengatasi Ketakutan Pria Usia 30an

Apakah lo menyadari bahwa di bulan Oktober ini banyak banget film, promosi dan iklan yang berbau horor?

Yup, tanggal 31 Oktober nanti merupakan perayaan hari Halloween. Meskipun lebih heboh di luar negeri, negara kita juga tetap terkena nuansa perayaan horornya sih.

Nah karena lagi tema horor, gw teringat salah satu pembicaraan dengan teman-teman gw soal ketakutan mereka saat memasuki usia 30-an nanti.

Meskipun saat menulis ini usia gw masih di kepala 2, suatu hari nanti tetap saja gw akan masuk ke dalam geng pria usia 30 tahun ke atas donk.

Berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dan sedikit riset, inilah ketakutan yang akan kita alami saat masuk usia 30 sekaligus cara-cara mengatasinya:

 

1. Tabungan dan Investasi

Tabungan dan Investasi

Duit merupakan salah satu perhatian utama kita nih di usia 30-an.

Apakah selama ini lo sering menghabiskan gaji dan pemasukan lo untuk berfoya-foya atau liburan ke mana-mana?

Apakah lo tidak memiliki simpanan sama sekali untuk tabungan hidup lo kelak, seperti pernikahan, pendidikan anak, dan pensiun?

Perlu gak sih sebenarnya ikut-ikutan teman kantor atau teman-teman nongkrong lo buat clubbing dan makan di restoran yang menghabiskan duit itu setiap minggu?

Yup, uang merupakan salah satu momok utama yang akan dirasakan oleh setiap pria pada usia 30-an.

 

Cara Mengatasi:

Solusi utamanya adalah belajar menabung dan menghemat pengeluaran yang tidak perlu.

Mulailah menabung dan sisihkan sedikit untuk investasi jangka panjang, seperti emas.

Jika lo tidak pernah mencatat pengeluaran lo, maka download aplikasi keuangan untuk membantu mencatat pengeluaran harian lo dengan mudah.

Lo bisa temukan jenis pengeluaran yang terlalu besar untuk bisa lo hemat.

Lebih lengkapnya soal manajemen keuangan yang mudah dilakukan bisa lo cek pada link di bawah ini ya.

Cek juga: Tips Keuangan Pria Milenial yang Bisa Lo Terapkan Sekarang Juga!

 

2. Pasangan Hidup

Ketakutan Pria Usia 30 Tahun ke Atas - Masalah Pasangan Hidup

Masalah belum adanya pasangan hidup saat memasuki usia 30-an itu bukan eksklusif untuk para wanita saja lho bro.

Kita yang pria juga sama-sama punya concern yang tinggi terhadap keberadaan pasangan hidup kita.

Males banget gak sih kalau tiap ketemu teman atau kumpul dengan keluarga besar ditanya terus pertanyaan legendaris itu “Kapan kawin? Mana pacarnya?” dan sebagainya?

Biasanya ada dua macam dilema sih buat pria: belum ada pasangan hidupnya, atau sudah ada tapi belum bisa melenggang ke tingkat selanjutnya karena berbagai macam hal.

Belum lagi buat yang memang gak mau ambil pusing cepat-cepat punya pasangan tapi ditekan sama pihak keluarga 🙁

 

Cara Mengatasi:

Bagi yang belum punya pasangan, mungkin bisa coba mencari waktu untuk merenung mengapa sih lo belum dapat.

Kalau gak pede dengan fisik, mulailah workout dan ikuti tips fashion pria untuk tampil lebih kece. Kalau punya trauma akan hubungan masa lalu, berarti lo perlu move on bro.

Cobalah bergabung dengan komunitas (misalnya komunitas hobi, komunitas keagamaan, dan sebagainya) untuk bertemu macam-macam orang baru, dan mungkin jodoh hidup lo.

Bagi yang sudah, coba cari waktu untuk diskusi serius bersama pasangan dan bacalah beberapa blog seputar relationship untuk dijadikan bahan diskusi bersama.

Kalau lo diam saja dan membiarkan hubungan terus berjalan tanpa arah yang jelas, ya sampai kapanpun gak akan kelar bro masalahnya.

Ingatlah bahwa hidup lo dikendalikan oleh lo sendiri, bukan orang lain. Jika lo masih belum mau atau belum siap, maka jangan memaksakan diri karena yang menanggung ruginya adalah lo sendiri juga.

 

3. Karir

Karir Sesuai Passion

Salah satu topik favorit yang dibahas oleh teman-teman lama yang kita temui adalah soal ‘kerja apa lo sekarang?’.

Mungkin di antara lo ada yang masih gonta-ganti pekerjaan sampai sekarang karena berbagai macam hal.

Mungkin juga ada yang sudah terlalu lama kerja di tempat yang sekarang tapi ingin pindah karena gak berkembang atau bosnya gak enak, tapi gak tau harus pindah ke mananya.

Ada juga yang bingung sebenarnya pekerjaan apa sih yang pengen dilakukan sampai masa pensiun tiba nanti.

Settle di suatu jenis pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan passion lo memang bukan perkara yang mudah.

 

Cara Mengatasinya:

Biasanya hal yang sering gw lakukan saat bimbang soal karir adalah merenung.

Yup, coba renungkan apa sih sebenarnya yang gw sukai sejak kecil dan tidak keberatan gw lakukan sampai dewasa.

Gw bisa saja melakukan riset dengan googling berbagai macam topik seputar karir dan pengembangan diri untuk menemukan jalur karir apa yang tepat untuk gw.

Setiap orang punya keahlian dan minatnya sendiri-sendiri bro. Jika ada teman atau keluarga yang bilang ‘lo harus jadi pengacara, dokter, manajer keuangan, bla bla supaya sukses’, maka bullshit banget bro.

Tiap orang punya jalur karir sendiri untuk membuat dirinya ‘bersinar’.

Bagi yang belum menemukannya, luangkan waktu untuk mengubek-ubek diri dan melakukan riset atau bertanya kepada beberapa orang yang lo bisa percaya.

Cek juga: Cara Mengatasi Stres di Lingkungan Kerja yang Mudah Dilakukan!

 

4. Orang Tua

Perhatikan Kesehatan Orang Tua Kita

Bagi yang memiliki orang tua atau wali, usia 30-an biasanya merupakan salah satu tahap kehidupan di mana lo menyadari betapa ‘tuanya’ orang tua lo sekarang.

Kita mulai khawatir terhadap kesehatan orang tua kita yang mungkin sudah memasuki usia 60 atau lebih dari 70, ditambah lagi jika mereka punya riwayat penyakit berat.

Apalagi kalau lo dekat dengan orang tua, pikiran mengenai kesehatan orang tua akan mudah mencambuk lo setiap mendengar ada teman, atau bahkan figur publik, yang orang tuanya meninggal.

Padahal di usia segini, lo mungkin masih belum merasa sudah membahagiakan orang tua.

Ada banyak hal yang ingin lo perbuat untuk mereka, tapi apa daya kalau sekarang belum merasa sanggup membuat mereka benar-benar senang dan bangga pada lo.

 

Cara Mengatasinya:

Bro, setiap manusia pasti akan meninggal suatu saat nanti, termasuk juga lo.

Jika lo mengalami ketakutan ini, maka lo bisa sedikit-sedikit meluangkan waktu untuk orang tua lo.

Tidak semuanya membutuhkan kebahagiaan yang diukur dengan nilai materi.

Ketika lo mau menyediakan waktu untuk bertemu mereka, sekedar telepon, atau membiarkan mereka mengetahui bahwa lo masih sayang dan memikirkan mereka, itu sangat cukup lho.

Oh ya, untuk berjaga-jaga, lo juga bisa mendaftarkan orang tua lo untuk asuransi kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Cek di sini untuk lengkapnya ya.

Tidak ada kata terlambat selama lo masih memiliki orang tua lo sekarang. Yuk, doakan dan sayangi mereka selagi ada.

 

5. Teman-Teman

Teman Hangout Pilih dari Sahabat Dekat

Biasanya sering terjadi pada pria yang belum menikah.

Banyak teman-teman kita yang sudah menikah atau memiliki pasangan sehingga waktu untuk sekedar berkumpul dan hangout dengan lo nyaris tidak ada.

Karena belum punya pasangan hidup, otomatis kita ingin mencari teman yang mau menemani kita buat nyari jajanan di mall yang baru buka, nobar pertandingan bola di weekend, movie marathon sepulang kerja, dan sebagainya.

Buat yang gak parnoan melakukan itu sendiri sih gak begitu masalah ya. Cuman buat yang mudah kesepian, hal ini menjadi dilema sendiri.

Bagaimana kalau sampai selamanya sendirian melakukan hal-hal tersebut?

 

Cara Mengatasi:

Menjelang usia 30-an, biasanya lo akan mulai menyadari bahwa tidak semua teman benar-benar dapat disebut sebagai teman.

Sortirlah teman-teman yang tidak terlalu memberikan pengaruh baik untuk hidup lo, dan keep in touch dengan segelintir teman-teman dekat yang membawa pengaruh positif.

Meskipun hanya satu sampai dua orang saja teman dekat lo, mereka akan mau saja kok bro meluangkan waktu buat lo meskipun gak sampai setiap minggu.

Jika tidak keberatan, ajak main juga sekalian pasangannya sehingga tidak ada yang dirugikan dari segi waktu. Lo tetap main dengan sohib lo, dia juga tetap menikmati kebersamaannya dengan pasangannya.

Namun, ingat untuk menghargai teman dekat lo ya kalau kadang dia prefer untuk nge-date berdua saja dengan pasangannya.

 

6. Kesehatan dan Kondisi Fisik

Jaga Kesehatan dan Kebugaran Pria

Kulit lo mulai kusam? Mudah lelah? Ada kantung mata karena sering lembur? Atau malah mulai suka sakit-sakitan?

Di usia kepala 3, kita mulai memasuki usia yang sering disebut ‘menuju paruh baya’.

Biasanya keluhan penyakit dan kesehatan kulit bakal mulai berdatangan kalau lo kemarin gaya hidupnya tidak sehat.

Yang suka mulai jadi perhatian juga kulit wajah yang mulai sedikit memiliki keriput atau lembek. Tanda umur mulai terasa tua.

Kalau lo gak merawat kulit lo sejak dini, bisa jadi sih dari usia 20-an sekarang juga sudah tampak tanda-tanda penuaan pada kulit lo 🙁

 

Cara Mengatasi:

Bagi lo yang mulai was-was akan kesehatan dan kondisi kulit, sekarang saatnya untuk bertindak.

Luangkan waktu untuk olahraga beberapa kali dalam seminggu. Minimal jogging deh bro kalau gak sempat atau gak ada uang untuk bayar member gym.

Ada banyak home workout yang bisa lo lakukan kok. Cobalah iseng mencari blog atau akun media sosial fitness influencer untuk menemukan gerakan olahraga yang sesuai buat lo.

Selain itu, mulailah rajin menggunakan skincare untuk menjaga kondisi kulit lo. Skincare beda lho dengan make up.

Jangan termakan dengan persepsi awam soal hanya wanita yang pakai skincare karena itu akan merugikan lo sendiri bro.

Cek juga: Perawatan wajah Pria yang Membuat Awet Muda

 

7. Persepsi Orang Sekitar atas Hobi Kita

Main Game Tetap Jalan Meski Sudah Dewasa

Ada semacam persepsi umum di masyarakat kita bahwa usia 30an merupakan usia yang seharusnya melakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap ‘dewasa’.

Kurangi bermain di media sosial, kurangi bermain game, kurangi membaca komik, kurangi mengoleksi action figure, dan sejumlah hobi lain yang harus dikurangi agar dianggap ‘dewasa’.

Padahal sebagian atau seluruhnya merupakan hobi yang senang lo lakukan.

Selain itu, masalah yang masih berhubungan dengan hobi adalah kita mungkin tidak punya cukup waktu luang lagi.

Haruskah kita meninggalkan hobi yang kita sukai dan fokus pada karir ‘dewasa’ semata?

 

Cara Mengatasi:

Hal pertama yang bisa lo lakukan adalah menanamkan kesadaran pada diri sendiri bahwa ‘dewasa’ bukan dilihat dari aktivitas, melainkan perilaku.

Merengek dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan promosi di kantor jauh lebih terlihat seperti ‘anak kecil’ dibandingkan pria dewasa yang sedang asyik bermain game di konsol PlayStation 4 selama dua jam.

Selain itu bro, ingat bahwa melakukan hobi sangat berguna untuk menjaga kesehatan batin lo.

Lo juga bisa menjadikan hobi sebagai salah satu penghasilan tambahan, misalnya dengan menjadi gaming Youtuber, blogger yang membahas seputar pop culture, dan sebagainya.

Selama tidak mengganggu pekerjaan utama, tentu tidak masalah untuk tetap melakukan hobi yang lo suka donk 🙂

Cek juga: Cara Mendulang Uang dari Internet Bagi Pemula!

 

8. Kesuksesan Orang Lain

Percaya Diri dan Jangan Banding-bandingkan kesuksesan diri dengan orang lain

Apakah lo sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain?

Ini wajar terjadi pada banyak orang, terutama pria yang memang sering dianggap sebagai (calon) ‘tulang punggungnya keluarga’.

Mungkin lo sering melihat teman-teman lo di Instagram update soal liburan ke luar negeri, merayakan promosi di kantornya yang multinational itu, atau belanja barang-barang branded.

Bisa jadi lo merasa minder dengan mereka, karena lo merasa apa yang lo capai sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Bahkan, bisa jadi lho kita iri pada founder-founder startup sukses yang usianya cenderung lebih muda dari kita. Jaman teknologi ini membuat kita melihat seolah anak-anak muda mudah meraih kesuksesan seperti itu.

 

Cara Mengatasi:

Ada suatu peribahasa  yang meskipun klise tapi maknanya kuat banget: “Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau”.

Tanamkan kesadaran diri sendiri bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Contohnya, lo membandingkan kondisi fisik dengan figur publik dan artis yang kesannya seperti muda banget padahal usia sudah lebih dari kepala 4 atau 5.

Padahal di balik itu mereka juga banyak menggunakan produk kecantikan dan perawatan tubuh dengan harga fantastis. Belum lagi sisi kelam yang tidak mereka perlihatkan, seperti perjuangan berdarah-darah hingga menjadi terkenal seperti sekarang.

Begitu pula dengan teman-teman lo ataupun para founder muda tersebut. Apa yang terlihat enak di luar belum tentu lho sama enaknya dengan apa yang tidak mereka perlihatkan.

Biarlah mereka memiliki ceritanya masing-masing. Lo fokuslah pada kebahagian yang ingin lo raih di usia 30-an ini.

Cek juga: Cara Mudah Keluar dari Zona Nyaman untuk Meraih Kesuksesan!

 

Nah itulah berbagai ketakutan kita di usia 30-an serta solusi mengatasinya.

Tulisan ini gw persembahkan untuk kita semua yang akan atau sudah memasuki usia kepala 3.

Ada satu quote dari Mark Twain, seorang penulis, yang bagus mengenai usia seseorang:

Age is an issue of mind over matter. If you don’t mind, it doesn’t matter.

Terjemahan secara bebasnya, jangan fokus kepada angka yang tertera di atas kue ulang tahun lo. Fokuslah pada seberapa banyak hal yang sudah, dan akan, lo lakukan serta sebahagia apa lo di usia tersebut.

Jika lo punya tips lain tentang menghadapi usia kepala 3, silahkan bagikan di kolom komentar di bawah. Blog Mas Kulin dikhususkan untuk membahas seputar dunia gaya hidup pria kasual dan praktis.

Pastikan untuk mengecek cara mudah tampil keren sehari-hari ya. Pastinya, maskulin banget bro!

2 thoughts on “Jenis dan Cara Mengatasi Berbagai Ketakutan Pria Usia 30 Tahun ke Atas!”

  1. Aku setuju dengan pembahasan kamu soal kesuksesan, bahwa kita tidak bisa membandingkannya dengan orang lain. Apa yang kita miliki dan rasakan tentu beda dengan yang orang lain alami. Oh ya, aku mau tanya apa kamu punya saran untuk menghemat uang dalam kondisi yang memang sudah cukup sulit (uang tidak banyak)? Terus investasi jangka panjang apa yang bagus ya selain uang tabungan?

    1. Halo, terima kasih sudah membaca ya. Soal penghematan, coba deh bikin daftar pengeluaran apa saja yang sudah dilakukan selama ini dan periksa mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan. Siapa tahu ada pengeluaran-pengeluaran yang gak disadari ternyata bisa dihemat (misalnya, boros beli pulsa -> sering-sering pake WiFi supaya gak harus beli untuk paket data).

      Investasi jangka panjang yang bagus menurut gw ada properti dan emas. Dana reksa juga bisa jadi alternatif sih, soalnya inves di properti butuh modal yang lumayan. Kl gw pribadi sih begitu punya uang yang cukup ya utamain tabungan dulu baru merambah ke salah satu investasi jangka panjang. Pastikan juga gak ada cicilan hutang yang signifikan ya, fokus beresin dulu supaya gak ada beban mental setiap bulan untuk hutang sekaligus inves.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *