Lifestyle

Keluar Dari Zona Nyaman – Perlukah dan Bagaimana Caranya?

Keluar dari Zona Nyaman

Apakah lo pernah mendengar istilah zona nyaman alias comfort zone?

Zona nyaman merupakan kondisi di mana lo sudah merasa ‘terlalu nyaman’ dengan aktivitas yang lo lakukan.

Lo mengetahui dengan pasti apa yang harus lo lakukan, hasil yang akan lo dapatkan, terus berulang setiap harinya. Hal ini berlaku baik dalam dunia kerja maupun di luar pekerjaan.

Berbicara dengan beberapa teman Mas Kulin membuat gw terinspirasi untuk membuat tulisan seputar zona nyaman.

Apa benar zona nyaman itu berbahaya buat kita? Kalau tidak, kenapa? Kalau iya, bagaimana cara untuk keluar dari zona nyaman tersebut?

Yuk baca lengkapnya di bawah ini.

 

Benarkah Zona Nyaman ‘Berbahaya’ Bagi Kita?

Apakah Zona Nyaman justru Berbahaya?

Barangkali yang menjadi pertanyaan utama seputar zona nyaman adalah apakah memang zona nyaman itu tidak bagus untuk kita?

Zona nyaman itu ibarat membuat kita bagai katak dalam tempurung.

Lo tidak belajar sesuatu yang baru, tidak mengetahui hal yang lain selain apa yang lo lakukan di dalam zona nyaman lo, dan yang paling ironis adalah tidak berkembang.

Secara umum, zona nyaman memang terdengar tidak baik untuk pengembangan personal ya.

Zona Nyaman yang Berbahaya untuk Pengembangan Diri

Namun, berdasarkan pengalaman pribadi dan orang-orang yang gw kenal, ada beberapa kasus di mana tidak ada salahnya lo hidup dalam zona nyaman… untuk sementara:

  1. Sumber pemasukan utama. Dulu gw pernah bekerja di salah satu perusahaan dengan jobdsec yang terbilang mudah gw lakukan karena sudah biasa. Bosan sih, tapi kalau gw langsung keluar tanpa tahu gw mau apa setelahnya, dari mana gw bisa makan?
  2. Berada di jalur yang tepat. Seorang kenalan gw bekerja di perusahaan tambang dan memulai karirnya dari staf biasa hingga diangkat menjadi direktur, di perusahaan tersebut.

Pada kasus kedua, yang dia lakukan adalah memperluas zona nyaman (bekerja di perusahaan pertambangan yang sama).

Doi tahu bahwa dia ingin sukses di dunia pertambangan, namun dia belajar dan mengembangkan keahlian yang diperlukan untuk naik ke posisi yang tinggi.

Untuk kasus yang pertama, gw perlu memikirkan kapan dan cara yang tepat untuk melepaskan diri dari comfort zone gw.

Jadi, zona nyaman akan menjadi berbahaya jika lo sama sekali tidak melakukan apa-apa (baik itu keluar ataupun memperluas zona nyaman lo).

Cek juga: Inspirasi Gaya Kasual Pria Simple yang Cocok untuk Sehari-hari!

 

Kapan Kita Perlu Keluar dari Zona Nyaman?

Kapan Perlu Keluar dari Zona Nyaman

Dari sedikit cerita di atas, kita bisa mengira-ngira kapan sih saat yang tepat untuk bebas dari zona nyaman kita.

Ada tiga tanda yang bisa menjadi ciri utama bahwa sudah saatnya lo memikirkan serius untuk lepas dari zona nyaman lo:

 

1. Tidak Ada Tantangan Tersisa

Tidak Ada Tantangan

Tanda pertama yang bisa lo rasakan adalah lo merasa tidak ada lagi tantangan yang akan lo temui di dalam zona nyaman lo.

Dalam cerita gw di atas, gw merasa tidak ada tantangan dan sesuatu yang baru pada pekerjaan gw.

Kebetulan saat itu gw memiliki pekerjaan di bidang Financial Planning and Analysis.

Gw sudah membuat template dan sistem kerja sendiri sehingga tiap minggu dan bulan, semua pengolahan data bisa gw kerjakan dengan cepat dan tingkat akurasi yang tinggi.

Tidak ada hal baru hingga hampir setahun berlalu membuat gw bosan setengah mati

Gw sering isi waktu luang gw dengan browsing gak jelas (saat itu gw belum menjadi content creator), dan entah kenapa gw malah merasa tidak produktif. 🙁

 

2. Merasa Tidak Akan Berkembang

Tidak Berkembang

Tanda kedua yang sebenarnya lo sadari tapi tidak ingin mengakuinya adalah lo tidak akan berkembang dalam waktu dekat.

Dalam kasus gw di atas, gw tahu bahwa pekerjaan gw setiap minggu, bulan, dan tahun tidak akan berubah (kecuali gw minta dimutasi ke divisi lain). Apa yang gw pelajari dan ketahui yah itu-itu saja.

Dari sisi karir juga terbilang sulit, karena memang di tempat gw bekerja sudah terkenal jarang terjadi kenaikan posisi.

Biasanya jika ada posisi yang kosong karena karyawan sebelumnya keluar, dia akan diganti oleh orang baru dari luar perusahaan.

Yah maklum perusahaan besar, yang melamar pekerjaan di sana sudah antri panjang 🙂

 

3. Merusak Kesehatan dan Orang di Sekitar Kita

Sakit Fisik dan Mental

Tanda yang ketiga ini sebenarnya bukan literally rusak dalam arti fisik ya.

Gw pernah bekerja di salah satu perusahaan (berbeda dengan kasus sebelumnya, namun masih pekerjaan seputar Finance) yang lingkungannya toxic banget.

Lempar kesalahan dan politik kantor itu sudah biasa. Hal ini tentu merusak kesehatan mental dan bahkan berbahaya juga untuk hubungan gw dengan orang lain, baik profesional maupun tidak.

Meskipun begitu, dari sisi gaji cukup lumayan dan pekerjaannya memang membutuhkan skill yang gw miliki (skill yang kebetulan sama dengan perusahaan di kasus yang gw ceritakan di atas).

Gw terjebak dalam zona nyaman. Enaknya gw tahu bahwa gw terpenuhi dari sisi gaji dan pekerjaan.

Tapi bekerja di sini seperti bom waktu, dan memang akhirnya gw jatuh sakit keras. Saatnya gw harus berpikir keras untuk bisa keluar dari sangkar emas ini.

Cek juga: Cara Mudah untuk Hidup Sehat Sehari-hari Yang Bisa Lo Coba Sekarang!

 

Cara untuk Melepaskan Diri dari Zona Nyaman

Oke, lo mungkin sudah paham sekarang bahwa lo sudah jatuh terlalu nyaman di dalam comfort zone lo.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara untuk benar-benar bisa keluar dari sana?

Simak jawabannya di bawah ini:

 

1. Bersosialisasi dengan Orang Baru

Bersosialiasi dengan Orang Baru

Jika lo seorang ekstrovert, maka hal ini akan mudah lo lakukan.

Lo bisa ikut perkumpulan, organisasi, atau komunitas yang lo suka atau teman-teman lo ikuti dan bertemu dengan banyak orang baru.

Mereka bisa memberikan banyak sudut pandang / perspektif baru untuk lo mengenai kehidupan, dan lo mungkin akan mendapatkan kegiatan baru untuk keluar dari zona nyaman lo.

Nah bagaimana dengan para introvert (dan mungkin sebagian ambivert)?

Jika ide bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman baru terasa menakutkan, maka bergabung saja di komunitas online.

Gw sendiri bergabung ke komunitas blogger online dan banyak menemukan hal baru dari sudut pandang mereka.

Bisa dibilang, salah satu pendorong gw terjun ke dunia content creator karena hal tersebut.

Cek juga: Tips Persiapan Hari Kerja Pertama untuk Impresi yang Baik!

 

2. Belajar Ilmu Baru

Belajar Ilmu Baru

Selain bergabung dengan komunitas, salah satu pendorong gw keluar dari comfort zone adalah belajar ilmu baru.

Dalam kasus gw, sebelum terjun sebagai content creator, gw kebetulan tertarik dengan perkembangan startup dan digital marketing.

Dari situ gw coba mencari referensi-referensi dan belajar tentang ilmu tersebut, yang kebetulan agak sejalan dengan hobi gw (menulis).

Secara tidak disangka, bekal ilmu baru tersebut membuat gw berpindah karir dari pekerjaan di bidang Finance ke Marketing (lebih spesifiknya sih Digital Marketing).

Yup, punya ilmu baru bisa mengubah drastis hidup lo lho 🙂

 

3. Menulis Catatan Harian

Menulis Diary

Kalau jaman dulu pernah ada tren menulis diary, kalau sekarang mungkin lo bisa mencatat kegiatan harian dalam bentuk poin saja.

Lo bisa menulis di buku manual seperti dulu, atau pakai aplikasi smartphone yang sudah banyak tersedia (silahkan search sendiri bro, gw gak endorse aplikasi apa-apa :p).

Lama-lama lo bisa membaca pola kegiatan yang lo lakukan sehari-hari dan menemukan zona nyaman apa yang harus lo tinggalkan, atau kesempatan memperluas zona nyaman lo.

Misalnya, tiap minggu ternyata lo mencatat banyak melakukan ketemu orang baru, baik dalam hal pekerjaan maupun tidak.

Nah, dari sini lo mungkin menemukan peluang untuk mengikuti bisnis agen asuransi (misalnya) untuk memanfaatkan koneksi yang lo miliki, atau belajar negotiation skill untuk mengasah kemampuan lo.

 

4. Merenung

Berpikir atau Melamun

Apa hubungannya merenung dengan keluar dari comfort zone? Oh banyak bro!

Merenung yang gw maksud di sini merupakan refleksi diri atas apa yang sebenarnya lo inginkan dalam hidup ini bro.

Dalam kasus gw, gw pernah merenung banyak untuk menentukan arah gw sebagai content creator. Gw juga memikirkan baik-baik mana hobi atau hal yang gw sukai sejak kecil yang justru ingin gw jadikan arah untuk hidup ke depannya.

Topik konten apa yang gw ingin selami? Di mana saja channel yang gw ingin gunakan?

Apa benar gw ingin jadi content creator seumur hidup untuk mencapai suatu goal jauh di masa depan gw?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendukung gw untuk keluar dari zona nyaman gw sekaligus menentukan arah hidup gw bro 🙂

Cek juga: Cara Mudah Mengatasi Stres Saat Bekerja!

 

5. Mengikuti Tayangan / Influencer yang Inspiratif

Konten Influencer

Bagi lo yang memiliki media sosial, mungkin lo sudah mengikuti beberapa brand atau influencer favorit lo?

Nah, sekarang coba deh cari influencer atau akun yang gemar memberikan konten yang sifatnya informatif atau inspiratif.

Selain memberikan motivasi yang baru untuk lo, bisa jadi lo mendapat inspirasi untuk melakukan suatu hal yang baru untuk keluar dari zona nyaman lo.

Misalnya ni, beberapa akun yang sifatnya talkshow mungkin menghadirkan bintang tamu dengan profesi unik yang ternyata lo suka banget.

Siapa tahu lo jadi kepikiran mencoba mengikuti jejak bintang tamu tersebut 🙂

 

6. Membuat To-Do List Jangka Panjang

Buat To Do List

Kalau kelima poin sebelumnya membantu lo untuk menemukan zona nyaman sekaligus mulai menentukan arah ke depan, maka poin ini dan berikutnya bertujuan membantu menjaga lo di arah yang sudah lo tetapkan.

Salah satu hal yang bisa lo lakukan adalah membuat semacam to-do list atau poin resolusi jangka panjang.

Misalnya nih, gw memutuskan untuk keluar dari zona nyaman gw dengan pindah ke tempat lain.

Gw membuat beberapa poin resolusi berikut:

  1. Memasukkan aplikasi ke lowongan kerja baru setiap minggu minimal 5 perusahaan
  2. Mengikuti seminar atau sertifikasi di bidang yang gw selami, 1 buah setiap 3 bulan
  3. Membaca artikel terkait ilmu baru sebanyak 2 buah artikel per minggu.

 

7. Take Action and Focus

Kejarlah Cita Citamu

Hal terakhir yang harus lo lakukan adalah beraksi dan tetap fokus pada tujuan lo.

Gw sudah menyaksikan berkali-kali teman gw yang mengeluh soal zona nyamannya tapi tidak mengambil tindakan apapun untuk berusaha keluar – atau memperluas – dari sana.

Bro, tidak selamanya lo bisa berharap ada mukjizat atau keajaiban akan datang dengan sendirinya menghampiri lo seperti di sinetron atau film.

Kalau lo tidak mau berusaha untuk ‘mendatangkan’ keajaiban tersebut, ya lo gak akan keluar-keluar dari zona nyaman lo.

Bukan gak mungkin yang terjadi malah sebaliknya. Lo semakin terjerumus dalam dan sulit untuk keluar dari situ.

Yuk take action sejak sekarang dan konsisten melakukannya.

Cek juga: Beberapa Cara Mudah Mendapatkan Penghasilan Online untuk Pemula!

 

Fokus Pada Apa yang Dilakukan

Nah itulah tulisan gw seputar zona nyaman.

Meskipun gw banyak mengambil contoh dalam lingkungan kerja, ini bisa berlaku untuk aktivitas apapun yang lo lakukan kok.

Keputusan untuk hidup dalam zona nyaman atau tidak ada pada diri lo sendiri, bukan orang lain. Pikirkan baik-baik agar lo tidak bisa menikmati hidup lo sepenuhnya.

Bagi lo yang merasa tulisan ini memberi inspirasi untuk mencari pekerjaan baru, silahkan cek tulisan gw seputar inspirasi pakaian untuk interview kerja pria milenial.

First impression yang bagus saat wawancara bisa menambah peluang lo diterima lho 🙂

Jika lo punya tips lain tentang gaya kasual pria, silahkan bagikan di kolom komentar di bawah. Blog Mas Kulin dikhususkan untuk membahas seputar dunia gaya hidup pria kasual dan praktis.

Pastikan untuk mengecek cara mudah tampil keren sehari-hari ya. Pastinya, maskulin banget bro!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *