Lifestyle

Selamat Hari Pria Internasional! Apa Sih yang Dirayakan?

Poster Hari Pria Internasional

Bicara soal gender dan hak, yang kemungkinan lebih sering terdengar oleh lo adalah tentang wanita.

Mulai dari feminism, organisasi wanita, perkumpulan blogger wanita dan emak-emak, kementerian pemberdayaan wanita dan perlindungan anak, hari Ibu, bahkan hari wanita internasional.

Mungkin di antara lo ada yang punya pertanyaan sama dengan gw: Bagaimana dengan pria? Apakah pria memang ‘sehebat’ itu sehingga tidak perlu ada perkumpulan, pemberdayaan, atau peringatan akan peran positif seorang pria?

Lo dan gw pasti akan setuju bahwa pria bukanlah makhluk yang sempurna bro.

Kita juga manusia biasa yang bisa rapuh, stres, tidak percaya diri, mengalami bullying oleh sekitar, bahkan memiliki beberapa ancaman kesehatan yang lebih sering menyerang pria.

Yup, oleh karena itulah kita juga memiliki Hari Pria Internasional yang diperingati setiap tanggal 19 November.

Apa sih yang dirayakan dan kenapa kita perlu mengetahui adanya hari khusus pria ini?

 

Sepintas Tentang Hari Pria Internasional

Tema Hari Pria Internasional

Awal mulanya, Hari Pria Internasional (dalam bahasa Inggris – International Men’s Day atau IMD) diresmikan pada tanggal 7 Februari 1992 oleh Thomas Oaster.

Setelah beberapa tahun berjalan, IMD kembali diinisiasi lagi oleh Dr. Jerome Teelucksingh di Trinidad dan Tobago pada tanggal 19 November 1999.

Hari tersebut dipilih olehnya untuk memberi penghormatan pada sang ayah yang berulangtahun di tanggal tersebut, dan jadilah hari ini yang terus diperingati sebagai IMD hingga sekarang.

IMD sendiri lebih berfokus pada peningkatan kesadaran akan isu-isu yang dialami oleh pria daripada sekedar memperingati gender tersebut, baik dari sisi kesehatan maupun sosial.

Setiap tahun ada tema berbeda yang diangkat.

Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah Positive Male Role Model. Adakah pria yang terpikir sebagai panutan untuk lo, bro?

Cek juga: Inspirasi Gaya Kasual Pria yang Mudah Ditiru Sehari-hari!

 

Isu-Isu Utama yang Dialami Kaum Pria

Nah, satu hal yang menjadi perhatian utama pada setiap perayaan IMD adalah meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang sering dialami pria.

Sebenarnya agak miris ketika mendengar ada orang lain (bahkan sesama pria) yang mengganggap kalau pria ‘tidak punya isu khusus untuk diperhatikan’ bro.

Berikut ini gw mencoba merangkum beberapa isu utama yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi kaum pria:

 

1. Tingkat Bunuh Diri yang Tinggi pada Pria

Ini merupakan salah satu masalah paling serius yang melekat pada pria.

Ada banyak riset yang menyatakan bahwa di dunia, perbandingan tingkat bunuh diri pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita.

Salah satu riset dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 80% pria melakukan bunuh diri dari total seluruh kasus bunuh diri di Amerika.

Di Indonesia sendiri, riset yang sama menyebutkan bahwa 2,9 orang dari 100.000 orang melakukan bunuh diri, di mana pria mendominasi angka tersebut.

Tingkat Bunuh Diri Pria lebih tinggi dari Wanita

Ada beberapa penyebab utama mengapa pria mendominasi angka bunuh diri di dunia:

  • Merasa tidak sanggup menjalani peran sosial sebagai pria yang dibebankan masyarakat kepadanya (kita bahas di nomor 3)
  • Pria cenderung memilih cara bunuh diri yang ‘kejam’ seperti gantung diri atau terjun dari tempat tinggi yang menyebabkan kematian seketika, dibandingkan dengan wanita yang memilih racun atau menyayat pergelangan tangan (yang masih lebih bisa diselamatkan)
  • Pria dikenal lebih impulsif daripada wanita (di luar urusan belanja), sehingga dorongan emosional untuk melakukan bunuh diri menjadi lebih kuat dibandingkan wanita.

Jika lo merasa stres tingkat tinggi atau depresi, segeralah berusaha untuk mencari solusinya sebelum berujung pada hal yang tidak diinginkan.

Cek juga: Cara Mengatasi Stres di Kantor yang Bisa Lo Lakukan Sekarang!

 

2. Usia Harapan Hidup yang Rendah

Usia harapan hidup pria cenderung lebih rendah dibandingkan wanita.

Masih berdasarkan riset WHO yang sama, rata-rata usia harapan hidup pria di dunia adalah 69 tahun, jauh lebih rendah dari wanita pada angka 74 tahun.

Rendahnya harapan hidup ini dipengaruhi banyak faktor bro.

Selain dipengaruhi dari tingkat bunuh diri di atas, ‘kerasnya’ lingkungan kerja pria (pada pekerja fisik yang memang didominasi pria, seperti pekerja pabrik dan tambang) juga mempengaruhi kesehatan mereka.

Konsumsi rokok dan alkohol juga didominasi oleh pria, sehingga meninggikan risiko kesehatan pria.

Usia Harapan Hidup Pria Lebih Rendah daripada Wanita

Sedikit berhubungan dengan kesehatan, pria juga punya isu kesehatan mereka lho.

Jika isu kesehatan yang sering dikaitkan dengan wanita adalah kanker payudara dan serviks, maka pada pria adalah kanker prostat dan testis. (catatan: pria juga bisa terkena kanker payudara lho).

Gaya hidup sehat yang dimulai sejak dini merupakan investasi berharga untuk hidup kita bro. Yuk mulailah hidup sehat sejak sekarang.

Cek juga: Cara Hidup Sehat Mudah yang Mendatangkan Kebahagiaan!

 

3. Pemaksaan Peran Sosial Pria oleh Masyarakat

Kalau yang satu ini pasti sering lo dengan bro.

Pria ‘dituntut masyarakat’ untuk menjadi tulang punggung keluarga, mencari pendamping hidup dan membangun keluarganya sendiri.

Peran sosial ini sering menjadi sumber utama depresi yang dialami oleh kita yang pria bro.

Contoh paling gampangnya di masyarakat kita adalah pertanyaan legendaris ‘kapan kawin?’ itu, yang seolah menuntut bahwa pria harus secepatnya memiliki pasangan untuk diajak menikah dan berkeluarga sejak usia 20-an.

Padahal ada banyak faktor mengapa kita belum memiliki pasangan, bahkan hingga usia 30-an atau bahkan 40-an.

Pria Kerap Dipaksa Menjalankan Peran Sosialnya oleh masyarakat

Selain itu, anggapan bahwa pria harus menjadi tulang punggung keluarga sering membuat mereka berpikiran bahwa pria harus memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangannya.

Nah beberapa teman gw kena masalah ini bro.

Mereka sering merasa minder karena pasangannya punya karir dan penghasilan yang lebih tinggi daripada mereka.

Butuh usaha untuk melepaskan pemikiran negatif ini bro. Setiap orang pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Selama lo dan pasangan saling melengkapi dan mengerti satu sama lain, maka kalian dapat menjalani kehidupan bersama tanpa perlu memusingkan ‘peran sosial’ yang dituntut masyarakat.

Cek juga: Berbagai Ketakutan yang Melanda Pria Usia 30-an dan Cara Mengatasinya!

 

4. Man versus Boy

Apa sih yang menjadi perbedaan antara pria dan anak laki-laki?

Secara biologis, pria jelas memiliki usia yang lebih tua daripada anak laki-laki. Fungsi tubuh mereka tentu sudah lebih matang daripada laki-laki.

Nah, yang sering dipersoalkan adalah, lagi-lagi, perbedaan mereka secara sosial di mata masyarakat.

Anak laki-laki dinilai wajar memiliki kesenangan atau hobi pada hal-hal yang sifatnya hiburan ringan, seperti game, komik, mainan, dan sebagainya.

Pria dianggap sebagai orang yang ‘harus melakukan hal dewasa’, seperti bekerja kantoran atau fisik, dan hobinya pun ‘harus terlihat dewasa’ seperti fotografi, olahraga bola, bermain saham, dan sebagainya.

Pria dan Laki-laki itu berbeda

Kenyataannya, banyak pria yang bisa mendulang uang banyak dari industri ‘hiburan ringan’ yang lebih sering dipersepsikan untuk anak laki-laki saja.

Game merupakan salah satu industri yang sedang berkembang pesat sekarang karena booming-nya eSport.

Gw termasuk salah satu yang sempat terganggu dengan pandangan awam soal perbedaan pria dan anak laki-laki ini sih, secara gw sendiri pecinta komik dan game.

Tapi ketika lo menyadari adanya hal-hal positif dari hobi yang lo sukai, lo akan bisa menepis pemikiran awam tersebut bro.

Hobi apapun, selama lo menyukainya dan tidak merugikan orang lain, dapat lo manfaatkan untuk mengurangi stres dan bahkan menghasilkan duit bro.

Cek juga: Cara Menghasilkan Uang dari Internet untuk Pemula yang Bisa Lo Coba!

 

5. Stigma Negatif pada Pria

Memangnya apa sih stigma negatif yang melekat pada kita, para pria? Hmm, lumayan banyak sih bro.

Contoh mudahnya, kebanyakan teman gw (baik pria maupun wanita), cenderung lebih merasa aman ketika supir taxi online yang mereka dapatkan adalah wanita.

Alasannya ternyata simpel. Kebanyakan pelaku kejahatan dan kekerasan adalah pria.

Bukan itu saja bro, tunawisma dan pengangguran yang lebih sering dijumpai adalah pria juga. Ini tidak hanya di Indonesia saja, melainkan di kebanyakan belahan bumi ini.

Hal ini memberikan semacam pandangan negatif terhadap kaum pria.

Stigma Negatif pada Pria antara lain pengangguran dan pelaku kekerasan

Sifat pria yang cenderung impulsif (sekali lagi, di luar urusan belanja) dalam menghadapi urusan sehari-hari dinilai menjadi penyebabnya bro.

Ada beberapa cara yang bisa lo lakukan untuk membantu sedikit meredakan stigma negatif ini:

  • Bersikaplah gentleman pada wanita maupun sesama pria, dalam artian menghargai mereka selayaknya lo ingin dihargai orang lain.
  • Biasakan berpikir dulu sebelum bertindak sesuatu yang dapat merugikan orang di sekitar lo (terutama tindakan fisik).
  • Bagi lo yang tergabung dalam kelompok atau komunitas yang didominasi pria, buktikan bahwa kalian dapat melakukan kegiatan positif yang tidak membuat resah masyarakat sekitar.

Cek juga: Cara Keluar dari Zona Nyaman Bagi Lo yang Sedang Bingung!

 

6. Objektifikasi Pria

Isu yang satu ini merupakan sesuatu yang sering luput diperhatikan, karena masalah objektifikasi gender lebih sering dianggap ‘hanya isu khusus wanita’.

Masih ingat beberapa waktu lalu saat Asian Games 2018 diadakan di Jakarta dan Palembang dan Indonesia mendapatkan medali emas di cabang bulutangkis tunggal putra?

Nah. atlet bulutangkis kebanggaan kita yang meraih medali emas tersebut, Jonathan Christie alias Jojo, melakukan selebrasi dengan membuka bajunya.

Mayoritas kaum hawa histeris banget melihat adegan tersebut, dan banyak banget yang membagikan cuitan maupun komentar di media sosial dengan ‘agak lebay’, misalnya ‘rahimku hangat’ atau ‘aku langsung hamil online’.

Meski terdengar ‘lucu’, tidak sedikit juga yang menilai ini sebagai bentuk pelecehan terhadap Jojo. Ibaratnya, sama dengan pria yang berkomentar ‘bawahku tegang’ ketika melihat atlet wanita berpakaian seksi.

Yang ironis adalah ketika pria berkomentar seperti itu dinilai tak pantas, sedangkan wanita berkomentar seperti itu dinilai biasa saja. Double standard yah 🙁

Objektifikasi Pada Pria juga Dapat Terjadi

Pria juga terkadang dijadikan ‘trofi’ kebanggaan oleh wanita pasangannya, di mana mereka membanding-bandingkan kesukesan karir, bentuk fisik, ukuran penis, dan sebagainya dengan pria pasangan teman-temannya.

Hati-hatilah saat lo secara tidak sadar menjadi bahan objektifikasi, karena hal ini dapat merembet ke body shaming atau physical bullying yang berujung pada stres bro 🙁

 

Cara Merayakan Hari Pria Internasional

Cara Merayakan Hari Pria Internasional

Di Indonesia, IMD memang jarang terdengar karena belum termasuk dalam negara yang rutin merayakannya bro.

Ini bisa terjadi karena rendahnya kesadaran akan isu-isu di atas, atau memang kurang sosialiasi saja di masyarakat kita.

Dilansir dari situs aslinya di internationalmensday.com, ada beberapa cara yang bisa lo lakukan untuk merayakan IMD:

  • Membuat acara bersama komunitas, seperti talkshow atau sosialisasi isu pria.
  • Membuat status di media sosial terkait IMD ini dengan menyertakan beberapa hashtag seperti #internationalmensday #celebratemen #menshealth #stopmalesuicide #thankamantoday
  • Membagikan artikel ini kepada teman-teman lo agar mereka lebih aware terhadap isu-isu yang dialami oleh kaum pria 🙂

Semoga saja teman-teman dan orang terdekat lo, terutama para pria, menjadi lebih sadar akan isu-isu di atas ya.

Cek juga: Cara Tampil Keren Tanpa Buang-Buang Duit!

 

Nah itulah berbagai pembahasan seputar Hari Pria Internasional yang perlu lo ketahui.

Jadilah pria yang mengenali kelemahan diri sendiri untuk menjadi lebih kuat dan punya rasa percaya diri.

Bagi lo yang pengen menambah kepercayaan diri sekaligus tampil kece, cobalah mulai melek dengan fashion dan perawatan tubuh pria bro.

Tidak perlu yang ribet-ribet kok, lo bisa cek di sini untuk tips berpakaian mudah (fashion hacks)  yang praktis diaplikasikan sehari-hari.

Jika lo punya tips lain tentang merayakan Hari Pria Internasional, silahkan bagikan di kolom komentar di bawah. Blog Mas Kulin dikhususkan untuk membahas seputar dunia gaya hidup pria kasual dan praktis.

Pastikan untuk mengecek cara mudah tampil keren sehari-hari ya. Pastinya, maskulin banget bro!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *